Jumat, 03 Juni 2016

Mengapa pemerintah dan PLN masih mengimport pembangkit listrik dari China ?

Mengapa pemerintah dan PLN masih mengimport pembangkit listrik dari China ?

Pemerintahan baru program baru.

Di pemerintahan yang baru banyak kebijakan yang dibuat. Artikel ini membahas sisi lain dari program kebijakan energi. Proyek besar pemerintah banyak terserap di  energi listrik. Bagaimana tidak !! pemerintah mencanangkan proyek listrik 35 ribu megawatt dan sekarang sudah mulai dikerjakan. 

Proyek tersebut dibuat untuk memenuhi kebutuhan listrik dalam negeri. Yang dari tahun ke tahun terus berkembang. Begitu pula dengan industri Indonesia yang semakin maju, dan pasti membutuhkan listrik yang besar pula.
Untuk mensuplai listrik secara continue diperlukan pembangkit yang awet dan handal. Karena kebutuhan listrik tidak hanya rumah pemukiman tapi pabrik-pabrik dan perusahan besar. Hal tersebut memerlukan energi listrik dalam jumlah yang sangat besar.  Indonesia mempunyai lebih dari 5.000 pembangkit yang tersebar di seluruh Indonesia. Dan menghasilkan total listrik lebih dari 40 ribu megawatt. 

Bisa dibayangkan berapa alat atau komponen dibutuhkan dalam proyek listrik 35 ribu megawatt !!. Yang akan dibangun ribuan pembangkit listrik di Indonesia? Dan pertanyaannya di sini negara mana yang akan menjadi partner dalam proyek tersebut ?? (Maksudnya negara yang akan mensuplai alat atau komponen pembangkit listrik dalam jumlah besar). Banyak pilihan sebenarnya dari negara Eropa atau ASEAN. Atau negara yang sekarang ini merajai ekonomi dunia yaitu China.
Sebenarnya Pemerintah dan PLN sudah tahu produk dari mana yang terbukti berkualitas. Di sisi lain harus memperhatikan anggaran yang dibutuhkan untuk import barang tersebut. Kita tahu di negara-negara Eropa mempunyai kualitas yang sangat bagus. Sebut saja negara Kanada, yang sudah maju dalam mengembangkan sistem smart grid

Smart Grid yaitu suatu konsep untuk mengakomodir pembangkit listrik berbahan bakar energi terbarukan. Dan alatnya  tidak perlu ditanyakan lagi kehandalanya. Tapi bukan berarti di ASEAN kalah dengan yang di Eropa, di ASEAN kita bisa melihat Jepang dengan pembangkit tenaga nuklirnya yang sangat dahsyat. Negara-negara tersebut mempunyai karakteristik sendiri dalam menentukan kualitas pembangkit listrik. 

Di samping itu terdapat negara yang sekarang ini boleh dikatakan superior dalam ekonomi yaitu China. Di negara China sudah sangat berkembang dalam bidang teknologi terutama pembangkit listrik.
Tidak bisa dipungkiri negara China sudah merajai ekonomi dengan produknya yang murah. Bisa dilihat handphone kita, yang rata-rata semua produk dari China. Bagaimana tidak tergiur !! Dengan harga murah,  kita sudah medapatkan handphone cannggih dengan fitur yang cukup lengkap. Hampir seluruh barang di Indoneisa berasal dari China. 

Akan tetapi kita jangan lupa dari segi keawetan atau kehandalan sedikit dipertanyakan. Karena banyak produk dari China yang tidak dapat tahan lama dari gangguan luar maupun dalam. Meskipun kita tidak bisa meremehkan barang dari China, yang sebenarnya mempunyai beberapa kualitas yang tergantung pada kelasnya. Faktanya di lapangan produk dari China sulit untuk mendapat jaminan kualitas terbaik. 

Dari keadaan tersebut, apakah  pembangkit listrik di Indonesia juga akan  import dari China ??. Faktanya sekarang ini sudah seperti itu bnyak pembangkit listrik di Indonesia di import dari China. Bahkan tidak menutup kemungkinan proyek besar nanti seluruhnya mengimport barang dari China. Mengapa demikian ?? Kenapa tidak mengimport barang dari Eropa yang sudah jelas faktanya berkualitas tinggi.
Ada beberapa alasan pemerintah dan PLN dalam proyek listrik lebih banyak mengimport barang dari China. 

Pertama yaitu faktor harga, tidak bisa dipungkiri bahwa produk apapun dari China dijual dengan harga yang relatif murah. Dengan pembangunan ribuan pembangkit pasti membutuhkan anggaran yang besar. Maka guna memenuhi pasokan listrik, produk dari China bisa menjadi prioritas utama. 

Kedua karena sudah ada kerjasama, di mana perusahaan listrik kita sulit untuk menolak barang yang ditawarkan oleh China. 

Ketiga, perusahaan listrik kita fokus pada pemenuhan pasokan listrik untuk masyarakat, bukan fokus pada kualitas pembelian produk atau bahan pembangkit dari China. 

Dan yang ke empat jika terjadi kerusakan suku cadang bisa didapat dengan mudah. Lain halnya dengan dari Eropa  atau selain China yang harganya tergolong mahal dan sulit dalam pemenuhannya.
Pada dasarnya, semua kebutuhan sudah tersedia. Tapi untuk memenuhi itu semua tidak dengan cara yang mudah. Semua orang pasti menginginkan negara kita mendapatkan produk pembangkit yang berkualitas sekelas Eropa. Tapi hal tersebut harus dipertimbangkan dari beberapa aspek. Agar semua kebutuhan bangsa kita dapat terpenuhi secara merata. 

Jika memahami artikel ini pasti anda  bertanya-tanya. Kenapa kita tidak membuat pembangkit listrik sendiri alias karya anak bangsa ?? padahal  kemampuan kita juga tidak kalah dengan negara lain !!!!. Dan kenapa harus import barang ??. Saya apresiasi jika muncul pertanyaan seperti itu, dan akan dijelaskan di artikel selanjutnya. 
Artikel ini dibuat berdasarkan fakta yang ada dan penjelasan dari pihak PLN yang mendatangi kampus saya ketika diadakan kuliah umum.
Penulis : M Diyan Saifudin - gambar : geoenergy.co.id


EmoticonEmoticon