Bulan Ramadhan memang sudah dapat kita hitung
dengan jari. Tentunya, bulan Ramadhan ini sangat dinantikan oleh semua umat
Muslim di seluruh dunia. Karena bulan tersebut merupakan bulan dengan sangat banyak keberkahan.
Di bulan Ramdhan, semua umat Muslim akan berpuasa, di mana mereka diharuskan untuk tidak makan dan minum serta menahan nafsu mulai dari terbit fajar hingga tenggelamnya matahari.
Di bulan Ramdhan, semua umat Muslim akan berpuasa, di mana mereka diharuskan untuk tidak makan dan minum serta menahan nafsu mulai dari terbit fajar hingga tenggelamnya matahari.
![]() |
| sumber gambar : pria.club |
Di
dalam sebuah penelitian, menunjukkan bahwa berpuasa memiliki pengaruh yang
sangat positif bagi kesehatan tubuh, terlebih pada otak manusia.
Hubungan puasa dengan kesehatan otak ataupun untuk tubuh manusia dijelaskan oleh seorang pakar neurosains, yakni Prof. Dr. Taruna Ikrar, MD, MPharm, PhD, di dalam buku yang ia karang berjudul 60 Fakta Kesehatan Mutakhir. Buku yang dikeluarkan oleh Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin atau UNHAS Jabodetabek tersebut dikeluarkan di Auditorium BPPT, Jakarta Pusat pada hari, Rabu (1/6/2016) malam WIB kemarin.
"Dengan berpuasa satu bulan penuh, berdasarkan plastisitas, neurogenesis, hingga fungsional kompensasi, jaringan otak akan otomatis diperbarui. Terbentuk rute jaringan baru pada otak, yang akan terbentuklah sebuah pribadi manusia baru secara biologis, psikologis, hingga fungsional, "ungkap Taruna, selaku alumnus Fakultas Kedokteran UNHAS yang sekarang bekerja sebagai peneliti serta staf akademik di Fakultas Kedokteran Universitas California, AS.
Hubungan puasa dengan kesehatan otak ataupun untuk tubuh manusia dijelaskan oleh seorang pakar neurosains, yakni Prof. Dr. Taruna Ikrar, MD, MPharm, PhD, di dalam buku yang ia karang berjudul 60 Fakta Kesehatan Mutakhir. Buku yang dikeluarkan oleh Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin atau UNHAS Jabodetabek tersebut dikeluarkan di Auditorium BPPT, Jakarta Pusat pada hari, Rabu (1/6/2016) malam WIB kemarin.
[Baca juga : Bagaimana Bersyukur dan Sabar Mampu Membuat Manusia Merasa Lebih Bahagia?]Taruna menilai, bahwa manfaat Puasa untuk fungsi dan kesehatan otak bisa dipaparkan secara ilmiah. Dalam penelitian plastisitas serta neurogenesis atau kelenturan dan perkembangan otak, pada dasarnya jaringan otak manusia ini mampu berkembang berdasar dari faktor lingkungan, kejiwaan, hingga makanan yang dimakan oleh manusia itu sendiri.
"Dengan berpuasa satu bulan penuh, berdasarkan plastisitas, neurogenesis, hingga fungsional kompensasi, jaringan otak akan otomatis diperbarui. Terbentuk rute jaringan baru pada otak, yang akan terbentuklah sebuah pribadi manusia baru secara biologis, psikologis, hingga fungsional, "ungkap Taruna, selaku alumnus Fakultas Kedokteran UNHAS yang sekarang bekerja sebagai peneliti serta staf akademik di Fakultas Kedokteran Universitas California, AS.
penulis : Fenny Bayu A.


EmoticonEmoticon