Manusia diciptakan oleh Allah SWT pasti memiliki tujuan dan alasan yang jelas. Manusia tidak bisa lepas dari dimensi spiritual. Di mana
kehidupan di dunia hanyalah sementara sedangkan di akhirat adalah kekal.
Allah SWT telah menurunkan kitab suci Al-Quran sebagai pedoman dan pegangan hidup manusia. Agar hidup manusia dapat terarah dan mempunyai tujuan yang jelas.
Allah SWT telah menurunkan kitab suci Al-Quran sebagai pedoman dan pegangan hidup manusia. Agar hidup manusia dapat terarah dan mempunyai tujuan yang jelas.
Kebanyakan kita sering mengabaikan tujuan hidup di dunia ini. Dan
cenderung melupakan kehidupan akhirat. Untuk meluruskan makna dan tujuan hidup kita di
dunia ini, diperlukan sebuah panduan. Ya panduan itu bernama kitab suci Al-Quran.
Berikut di bawah ini dijelaskan, makna hidup manusia menurut kitab suci Al-Quran :
Berikut di bawah ini dijelaskan, makna hidup manusia menurut kitab suci Al-Quran :
![]() |
| sumber gambar : insanmadinah.com |
Hidup adalah Ibadah
Tujuan
manusia diciptakan oleh Allah SWT yaitu untuk beribadah. Hal tersebut sudah
dijelaskan Allah SWT. “ Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah
kepada-Ku”. (Q.S. Az-zariat : 51).
Makna
ibadah dalam ayat di atas memiliki arti yang luas. Di mana semua aktivitas atau
tindakan kita diniatkan untuk ibadah
kepada Allah SWT.
Hidup adalah sebuah ujian
Pada
dasarnya hidup ini adalah sebuah ujian dari Allah SWT. Ujian dalam perjalanan
menggapai nikmat dunia dan akhirat. Untuk bertahan hidup pun ada ujiannya,
misalnya : kita harus diuji dengan pekerjaan demi mencari nafkah. Cobaan ketika
masih hidup tidak bisa dihindarkan oleh manusia. Tapi berpikir bagaimana kita
terus bersyukur atas ujian dan cobaan itu menjadi esensi utama.
Kehidupan di Akhirat lebih baik(kekal) dari kehidupan di dunia (sementara)
Selama ini,
masih banyak manusia yang terjebak kemewahan dunia. Padahal dunia ini bersifat
sementara dan akhirat abadi. Sedikit dari kita memahami hal tersebut hingga
banyak yang terjerumus dengan gemerlap dunia.
Sebagai
makhluk ciptaan Allah SWT yang paling sempurna kita seharusnya banyak bersyukur.
Dan menjadi manusia yang cerdas, maksudnya yaitu cerdas dalam mengatur dan
memanfaatkan waktu dengan baik. Bahwa waktu di dunia digunakan untuk
mempersiapkan kehidupan kekal di akhirat nanti.
Menjalani hidup dengan sabar, syukur
dan ikhlas.
Setiap
perjalanan pasti ada ujian yang menerpa. Begitu juga dengan hidup, hidup tidak
selamanya indah dan nyaman. Pasti ada ujian dan cobaan. Dalam manyikapi hal
tersebut, kita harus menjalani hidup ini dengan sabar, syukur dan penuh
keihklasan.
Mengisi hidup dengan karya-karya bermanfaat
Mengisi
hidup dengan aktivitas yang melahirkan karya bermanfaat merupakan suatu
keharusan. Karena sesuai dengan fungsi manusia yang diberi amanat oleh Allah
SWT untuk memakmurkan bumi.
Hal tersebut juga sudah tertuang jelas di kitab suci Al- Quran.
“Sesungguhnya kami telah menawarkan amanat kepada langit, bumi, gunung-gunung, tetapi semua enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir tidak akan melaksanakannya(berat), lalu dipikullah amanat itu oleh manusia”.(QS Al-Ahzab:72)
Hal tersebut juga sudah tertuang jelas di kitab suci Al- Quran.
“Sesungguhnya kami telah menawarkan amanat kepada langit, bumi, gunung-gunung, tetapi semua enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir tidak akan melaksanakannya(berat), lalu dipikullah amanat itu oleh manusia”.(QS Al-Ahzab:72)
Kita sebagai manusia sudah diberi kepercayaan oleh Allah SWT untuk merawat dan memanfaatkan bumi seisinya dengan sebaik-baiknya. Maka dari itu kita harus manjaganya bukan malah merusak dengan eksploitasi alam yang berlebihan.
Menjalani hidup dengan kekuatan doa
Kita
sebagai manusia adalah makhluk lemah dihadapan Allah SWT. Sangat wajar dan
merupakan suatu keharusan jika kita butuh apapun minta kepada Allah SWT. Dengan
cara berdoa. Karena di dalam doa ada kekuatan ghaib, tidak ada seorangpun mampu
memprediksinya dengan tepat. Dan kekuatan tersebut bersumber dari Allah SWT.
Makna hidup menurut kitab suci Al-Alquran memang luas, tapi setidaknya kita bisa
belajar pelan-pelan. Agar nanti dapat
memahami dan mengamalkanya dengan baik.
Penulis :
M. Diyan Saifudin


EmoticonEmoticon