Kamis, 09 Juni 2016

Ketika Kebiasaan Ini Hilang, Budaya Orang Timur Mulai Luntur

Sahabat  Artikel Inspirasi, kita sebagai masyarakat Indonesia, yang tak lain adalah orang Timur.. Masih ingatkah dengan kata “ tata krama”, "budi pekerti”  dan kebiasaan   yang mencerminkan budaya orang Timur.

Sudah lama tidak terdengar atau mungkin sudah lupa dengan budaya ini. Ketika kita masih anak-anak kebiasaan budaya Timur sudah diajarkan oleh orang tua kita. Bahkan sudah melekat dalam diri kita ketika mendapat pendidikan dalam keluarga. 

Tapi sekarang seiring dengan perkembangan zaman dan pengaruh budaya lain, budaya orang Timur sudah mulai luntur. Padahal budaya tersebut mengajarkan kepribadian yang unggul dan bermartabat.

Ketika Kebiasaan Ini Hilang ,Budaya Orang Timur Mulai Luntur
sumber gambar : keepo.me
Kita dapat merasakan lunturnya budaya yang seharusnya menjadi karakter bangsa. Sehingga menyebabkan hilangnya kebiasaan bertata krama. Maka dari itu sebagai generasi muda dan penerus bangsa kita harus melestarikannya. Berikut Berberapa kebiasaan yang sudah menjadi budaya orang Timur dan patut kita lestarikan yaitu :

1.      Cium tangan kepada orang tua

Mencium tangan atau “salim” merupakan kewajiban seorang anak kepada orang tua. Kebiasaan tersebut sebenarnya sudah diajarkan sewaktu kita masih kecil. Tapi seiring perkembangan zaman dan pertumbuhan anak yang semakin dewasa. Banyak anak yang malu mencium tangan orang tuanya. Sangat disesalkan jika hal tersebut terus terjadi. Sebagai anak yang berbakti marilah kita cium tangan orang tua kita, tanpa malu atau ego.

2.      Senyum, sapa dan salam

Kebiasaan ini mencerminkan Indonesia banget, dengan karakter budi pekerti yang terpuji. Karena dulu bangsa kita terkenal dengan ramah tamah dan murah senyum kepada orang lain. Jadi jangan sampai luntur ya kebiasaan ini!!. 

Selain bermanfaat buat diri kita juga bermanfaat buat orang lain. Karena dengan tersenyum ramah dan mengucapkan salam, orang lain akan senang dan baik pula kepada kita. Ditambah senyum adalah ibadah dan merupakan sedekah. Sapa salam merupakan senjata keakraban dengan sesama. Maka dari itu jangan gengsi, ragu atau malu jika ketemu orang lain kita harus S3( senyum, sapa dan salam).

3.      Penggunaan tangan kanan

Kalau budaya orang Barat, penggunaan tangan kanan mungkin tidak berlaku. Karena mereka makan, minum, dan hal” yang seharusnya tangan kanan justru menggunakan tangan kiri. Di mana penggunaan tangan kiri untuk aktivitas yang baik itu mencerminkan perilaku kurang sopan, hal tersebut sudah ketentuan dari budaya orang Timur. 

Orang Timur sangat memperhatikan sopan santun dalam hal apapun. Termasuk penggunaan tangan kanan dalam aktivitas baik, seperti makan, minum, salaman dll. Akan tetapi budaya Barat tidak memperhatikan kebiasaan sepeti itu. Maka dari itu kita sebagai penganut budaya orang Timur yang kental dengan tata krama, harus membiasakan dan melestarikan penggunaan tangan kanan untuk hal positif.

4.      Musyawarah dan mufakat

Salah satu kebiasaan baik yang mulai terkikis yaitu musyawarah dan mufakat. Terutama bisa kita lihat di kota-kota besar yang cenderung mengedepankan egonya dalam memecahkan masalah. Bahkan wakil rakyat yang seharusnya menjadi contoh, justru memperlihatkan egonya masing-masing dalam menghadapi permasalahan bangsa. Budaya perkotaan yang Cenderung pamer. 

Kontras atau berbeda ditunjukkan dengan daerah pedesaan, yang masih kental dengan musyawarah dan mufakat. Bisa kita rasakan suasana di pedesaan dengan kepolosan masyarakatnya, tercipta lingkungan yang tentram dan damai. Bahkan saling sikut atau saling menjatuhkan jarang kita temui. Semua perbedaan, mereka atasi dengan cara musyawarah. Oleh sebab itu, mari kita lestarikan dan terapkan dalam kehidupan sehari-hari, agar bangsa Indonesia memiliki karakter yang kuat dalam bermasyarakat.

5.      Gotong-royong

Budaya yang patut kita lestarikan yang terakhir adalah gotong-royong. Karena sekarang ini kebiasaan gotong-royong sudah mulai luntur. Hal tersebut disebabkan karena tingginya ego masing-msing individu. Bisa kita ambil contoh bahasa yang kurang sopan dan tidak mencerminkan gotong royong, “ emang gue pikirin!!!”, masalah buat gue!!”, “emang lo siapa nyuruh-nyuruh gue!!”.  

Cukup membuat kita kaget dengan perkataan seperti itu, yang tidak sesuai dengan karekter bangsa Indonesia yang identik dengan “ tata krama”. Justru jauh dari budaya orang Timur yang sangat menjunjung tinggi sopan santun. Mari kita semua bergotong-royong dalam kebaikan. Agar bangsa Indonesia benar-benar bersatu dan kuat .

Kebiasaan-kebiasaan di atas selayaknya kita biasakan dalam kehidupan sehari-hari. Agar budaya kita sebagai orang Timur tidak luntur.




EmoticonEmoticon