Sahabat Artikel Inspirasi, kita sebagai masyarakat Indonesia, yang tak lain adalah orang Timur.. Masih ingatkah dengan kata “ tata krama”, "budi pekerti” dan kebiasaan yang mencerminkan budaya orang Timur.
Sudah lama tidak terdengar atau mungkin sudah lupa dengan budaya ini. Ketika kita masih anak-anak kebiasaan budaya Timur sudah diajarkan oleh orang tua kita. Bahkan sudah melekat dalam diri kita ketika mendapat pendidikan dalam keluarga.
Tapi sekarang seiring dengan perkembangan zaman dan pengaruh budaya lain, budaya orang Timur sudah mulai luntur. Padahal budaya tersebut mengajarkan kepribadian yang unggul dan bermartabat.
Tapi sekarang seiring dengan perkembangan zaman dan pengaruh budaya lain, budaya orang Timur sudah mulai luntur. Padahal budaya tersebut mengajarkan kepribadian yang unggul dan bermartabat.
![]() |
| sumber gambar : keepo.me |
Kita
dapat merasakan lunturnya budaya yang seharusnya menjadi karakter bangsa.
Sehingga menyebabkan hilangnya kebiasaan bertata krama. Maka dari itu sebagai
generasi muda dan penerus bangsa kita harus melestarikannya. Berikut Berberapa
kebiasaan yang sudah menjadi budaya orang Timur dan patut kita lestarikan
yaitu :
1.
Cium
tangan kepada orang tua
Mencium
tangan atau “salim” merupakan kewajiban seorang anak kepada orang tua.
Kebiasaan tersebut sebenarnya sudah diajarkan sewaktu kita masih kecil. Tapi
seiring perkembangan zaman dan pertumbuhan anak yang semakin dewasa. Banyak
anak yang malu mencium tangan orang
tuanya. Sangat disesalkan jika hal tersebut terus terjadi. Sebagai anak
yang berbakti marilah kita cium tangan orang tua kita, tanpa malu atau ego.
2.
Senyum,
sapa dan salam
Kebiasaan
ini mencerminkan Indonesia banget, dengan karakter budi pekerti yang terpuji. Karena
dulu bangsa kita terkenal dengan ramah tamah dan murah senyum kepada orang
lain. Jadi jangan sampai luntur ya kebiasaan ini!!.
Selain bermanfaat buat diri kita juga bermanfaat buat orang lain. Karena dengan tersenyum ramah dan mengucapkan salam, orang lain akan senang dan baik pula kepada kita. Ditambah senyum adalah ibadah dan merupakan sedekah. Sapa salam merupakan senjata keakraban dengan sesama. Maka dari itu jangan gengsi, ragu atau malu jika ketemu orang lain kita harus S3( senyum, sapa dan salam).
Selain bermanfaat buat diri kita juga bermanfaat buat orang lain. Karena dengan tersenyum ramah dan mengucapkan salam, orang lain akan senang dan baik pula kepada kita. Ditambah senyum adalah ibadah dan merupakan sedekah. Sapa salam merupakan senjata keakraban dengan sesama. Maka dari itu jangan gengsi, ragu atau malu jika ketemu orang lain kita harus S3( senyum, sapa dan salam).
3.
Penggunaan
tangan kanan
Kalau
budaya orang Barat, penggunaan tangan kanan mungkin tidak berlaku. Karena
mereka makan, minum, dan hal” yang seharusnya tangan kanan justru menggunakan
tangan kiri. Di mana penggunaan tangan kiri untuk aktivitas yang baik itu
mencerminkan perilaku kurang sopan, hal tersebut sudah ketentuan dari budaya
orang Timur.
Orang Timur sangat memperhatikan sopan santun dalam hal apapun. Termasuk penggunaan tangan kanan dalam aktivitas baik, seperti makan, minum, salaman dll. Akan tetapi budaya Barat tidak memperhatikan kebiasaan sepeti itu. Maka dari itu kita sebagai penganut budaya orang Timur yang kental dengan tata krama, harus membiasakan dan melestarikan penggunaan tangan kanan untuk hal positif.
Orang Timur sangat memperhatikan sopan santun dalam hal apapun. Termasuk penggunaan tangan kanan dalam aktivitas baik, seperti makan, minum, salaman dll. Akan tetapi budaya Barat tidak memperhatikan kebiasaan sepeti itu. Maka dari itu kita sebagai penganut budaya orang Timur yang kental dengan tata krama, harus membiasakan dan melestarikan penggunaan tangan kanan untuk hal positif.
4.
Musyawarah
dan mufakat
Salah
satu kebiasaan baik yang mulai terkikis yaitu musyawarah dan mufakat. Terutama
bisa kita lihat di kota-kota besar yang cenderung mengedepankan egonya dalam
memecahkan masalah. Bahkan wakil rakyat yang seharusnya menjadi contoh, justru
memperlihatkan egonya masing-masing dalam menghadapi permasalahan bangsa.
Budaya perkotaan yang Cenderung pamer.
Kontras atau berbeda ditunjukkan dengan daerah pedesaan, yang masih kental dengan musyawarah dan mufakat. Bisa kita rasakan suasana di pedesaan dengan kepolosan masyarakatnya, tercipta lingkungan yang tentram dan damai. Bahkan saling sikut atau saling menjatuhkan jarang kita temui. Semua perbedaan, mereka atasi dengan cara musyawarah. Oleh sebab itu, mari kita lestarikan dan terapkan dalam kehidupan sehari-hari, agar bangsa Indonesia memiliki karakter yang kuat dalam bermasyarakat.
Kontras atau berbeda ditunjukkan dengan daerah pedesaan, yang masih kental dengan musyawarah dan mufakat. Bisa kita rasakan suasana di pedesaan dengan kepolosan masyarakatnya, tercipta lingkungan yang tentram dan damai. Bahkan saling sikut atau saling menjatuhkan jarang kita temui. Semua perbedaan, mereka atasi dengan cara musyawarah. Oleh sebab itu, mari kita lestarikan dan terapkan dalam kehidupan sehari-hari, agar bangsa Indonesia memiliki karakter yang kuat dalam bermasyarakat.
5.
Gotong-royong
Budaya
yang patut kita lestarikan yang terakhir adalah gotong-royong. Karena sekarang
ini kebiasaan gotong-royong sudah mulai luntur. Hal tersebut disebabkan karena
tingginya ego masing-msing individu. Bisa kita ambil contoh bahasa yang kurang
sopan dan tidak mencerminkan gotong
royong, “ emang gue pikirin!!!”,
masalah buat gue!!”, “emang lo siapa nyuruh-nyuruh gue!!”.
Cukup membuat kita kaget dengan perkataan seperti itu, yang tidak sesuai dengan karekter bangsa Indonesia yang identik dengan “ tata krama”. Justru jauh dari budaya orang Timur yang sangat menjunjung tinggi sopan santun. Mari kita semua bergotong-royong dalam kebaikan. Agar bangsa Indonesia benar-benar bersatu dan kuat .
Cukup membuat kita kaget dengan perkataan seperti itu, yang tidak sesuai dengan karekter bangsa Indonesia yang identik dengan “ tata krama”. Justru jauh dari budaya orang Timur yang sangat menjunjung tinggi sopan santun. Mari kita semua bergotong-royong dalam kebaikan. Agar bangsa Indonesia benar-benar bersatu dan kuat .
Kebiasaan-kebiasaan di atas
selayaknya kita biasakan dalam kehidupan sehari-hari. Agar budaya kita sebagai orang Timur tidak luntur.
Penulis : M. Diyan Saifudin


EmoticonEmoticon