Minggu, 05 Juni 2016

Bagaimana Bersyukur dan Sabar Mampu Membuat Manusia Merasa Lebih Bahagia?

Semua agama di dunia ini tentunya menganjurkan setiap umatnya untuk bersabar dan bersyukur. Namun, kenyataannya manusia sering kali lupa akan kewajibannya untuk bersabar dan bersyukur dalam kehidupannya sehari-hari.

Padahal, jika kita melakukan dua hal tersebut maka kita akan mudah merasakan kebahagiaan dalam hidup yang sementara ini.

Dalam Islam khususnya, iman terdiri dari dua bagian : yang pertama ialah sabar, dimana bagian yang lain ialah bersyukur.

Hal ini seperti yang tercantum dalam hadits Rasulullah SAW dari Abdullah bin Mas’ud r.a. Iman tak bakal mampu berdiri kokoh jikalau salah satu bagian itu tak di perkuat. Kedua pilar itu bak dua sisi dari sebuah mata uang, tak dapat dipisahkan untuk membangun sebuah keimanan secara kokoh.


Bagaimana Bersykur dan Sabar Mampu Membuat Manusia Merasa Lebih Bahagia?
sumber gambar - tabungwakaf.com

Makna dari sabar  

Untuk mencapai sebuah kebahagiaan di dunia serta di akhirat, kita semua harus mampu untuk mengamalkan dua pilar ini yakni sabar dan syukur. Dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan ini, tentunya kita akan diuji dengan dua pilar tersebut.

"Kalau kamu bersabar serta bertakwa, dan mereka tiba menyerang kamu dengan sekejab itu juga, niscaya Allah akan menolong dari setiap kamu dengan lima ribu Malaikat yang memakai tanda," (Qs. Ali Imran: 125).. 

Jika kita sabar, maka kita akan mendapatkan pahala dan tentunya kebahagiaan yang dalam bentuk keteguhan hati dalam melakukan atau menerima sesuatu.


[Baca juga : Karena Puasa, Otak Jadi Lebih Sehat]

Makna dari syukur

Syukur ialah tindakan yang menyadari bahwa tak ada yang memberi kenikmatan dan kebahagiaan kecuali Allah SWT semata.  Ar-Raghib Al-Isfahani, sebagai seorang pakar bahasa Al-Quran, merilis dalam Al-Mufradat fi Gharib Al-Quran bahwa kata syukur mengandung arti gambaran dalam benak soal nikmat dan memunculkannya ke permukaan.

Untuk Kata "syukur" ini sendiri berasal dari kata “kasyara” yang bermakna "membuka" di mana ia adalah lawan dari kata "kafara" yang bermakna menutup, yang mana artinya ialah melalaikan nikmat serta menutup-nutupinya nikmat yang ada.

Jika kita selalu merasa bersyukur, maka kita akan selalu merasa cukup dan tidak rakus sebagai seorang manusia. Nafsu kita dalam mengejar duniawi akan terkontrol, sehingga membuat kita selalu berada di batas kita sebagai hamba Allah SWT. Sehingga dengan begitu, kita akan selalu merasa bahagia secara batin. Dan dengan bersyukur juga bakal menambah kenikmatan kita, karena itu sudah merupakan janji dari Allah SWT.


penulis : Fenny Bayu A.


EmoticonEmoticon